Home AD

Wednesday, April 15, 2009

Bagaimana menjaga API SEMANGAT HIDUP tetap berkobar-kobar?

1. Punya tujuan hidup yg jelas

Ada orang yg lumpuh di umur 18 tahun. Dia hanya bisa tiduran tidak bisa berbuat apa2. Dia tidak bisa melihat kebaikan di hidupnya, sehingga makin lama semangat hidupnya pun pudar. Akhirnya, dia stress dan mencoba bunuh diri. Mungkin orang ini kaya raya, mungkin dia pintar, tapi krn tujuan hidupnya tidak ada, dia kehilangan semangat hidup.

Set Goal anda, 1 tahun kedepan, 2 tahun ke depan, bahkan dalam sisa hidup anda.
Bangun pagi, anda akan bersemangat, krn anda tahu hari ini adalah hari dimana anda mengerjakan SMALL STEPS untuk mencapai GOAL anda

Keinginan anda adalah tenaga anda. Bila anda benar-benar menginginkan sesuatu, anda akan benar-benar bertenaga.
Maka inginkanlah, dan bertenagalah
(MT)



2. Selalu belajar hal-hal baru

Istri saya sangat menyukai tanaman. Seringkali dia pergi ke toko tanaman, dan berbincang2 ringan dengan penjaga toko. Saat pulang, dengan penuh semangat, dia bercerita kepada saya. Dia baru belajar, bagaimana dia selama ini salah dalam memberi pupuk, dan kini dia sudah tahu. Dia langsung mempraktekkannya hari itu juga. Dia bersemangat.

Kita akan selalu bersemangat, saat belajar hal2 yang baru. Jangan malas mencoa hal2 baru, jika selama ini belum pernah berkebun, coba berkebun. Anda akan bersemangat.

Rutinitas membunuh semangat.
Jadi, pastikan, tiap harinya anda belajar hal-hal baru.



3. Harus mengalami kemajuan

Salah satu pendiri restoran ayam siap saji pernah membagikan pengalamannya. Ternyata di awal perjuangannya, dia menawarkan resepnya ke investor & setelah + 1000 penolakan, akhirnya dia berhasil. Saat ditanya kenapa tidak menyerah padahal sering ditolak?

Jawabnya, “Saat ditolak, itu artinya saya makin dekat pada diterima, jadi saya semakin semangat !”

Semangat muncul jika kita mengalami kemajuan.



4. Bergaul dengan lingkungan yang ber-semangat hidup

Di kantor, sales yang gagal, sering berkumpul dengan sesama sales yg juga gagal. Hasilnya, mereka makin stress, mereka mulai menyalahkan pasar, menyalahkan perusahaan, produk yg kurang bagus kualitasnya, harga kemahalan, bos yg galak dll. Tidak lama dari situ, mereka pun resign.

(MTGW)

Follow by Email