Home AD

Wednesday, April 03, 2013

PEROMBAKAN BAHAN ORGANIK

Sisa-sisa tanaman dan binatang mengalami perombakan dalam atau di atas tanah pada kondisi2 yang berbeda. Kecepatan perombakan dan hasil2 akhir terbentuk bergantung kepada suhu, lengas, udara, bahan kimia dan mikrobia. Semakin tinggi suhu (hingga 40oC) akan semakin mempercepat perombakan. Ini merupakan salah satu alasan bahwa tanah atasan mempunyai kandungan Bahan Organik rendah. Lengas diperlukan untuk perombakan secara biologis, namun air yang berlebihan sangat menyebabkan kahat (kurang) udara dan akibatnya akan memperlambat perombakan.Ketersediaan bahan2 kimia yang diperlukan sebagai zat hara (terutama N) bagi mikrobia menentukan kecepatan perombakan dan berpengaruh terhadap jenis humus yang dibentuk.
Bahan Organik terombak lebih cepat di dalam tanah yang subur dibanding dalam tanah yang kurus. Urutan perombakan komponen2 Bahan Organik tanah adalah :
1.    Gula, pati, protein2 yang larut air
2.    Protein kasar
3.    Hemicelulose
4.    Selulosa
5.    Minyak, lemak, lignin, lilin
Kecepatan perombakan Bahan Organik menurun sesuai dg waktu dan tercapainya suatu komposisi kimia yang mirip humus yang dianggap sebagai salah satu hasil pertengahan perombakan. Perombakan Bahan Organik di dalam tanah adalah merupakan suatu proses pencernaan yang tidak sama dengan pencernaan Bahan Organik di dalam perut binatang. Sejumlah besar oksigen diperlukan untuk perombakan Bahan Organik tersebut. Oksidasi
Bahan Organik paling cepat berkembang di dalam tanah permukaan dan paling lambat di dalam lapisan tanah bawahan, terutama jika tanah ini mampat dan basah. Peristiwa khas: pengkerutan dan amblesnya Muck (mencapai 2-5 cm/th di Florida) dan gambut (peat) setelah diolah, karena berkembang dalam kondisi air tanah yang tinggi sehingga menghambat perombakan. Perlu draenase dan perbaikan aerasi, sehingga perombakan dapat dipercepat.
Humus merupakan campuran senyawa yang kompleks (tersusun oleh asam humat, asam fulfat, ligno protein dll), mempunyai sifat agak/cukup resisten (tahan) terhadap perombakan jasad renik (mikroorganisme), bersifat amorf (tak mempunyai bentuk tertentu), berwarna coklat-hitam, bersifat koloid (<1 bahan="" berasal="" bermuatan="" dan="" dari="" humifikasi="" m="" mikroba="" oleh="" organik="" proses="" span="" tanah.="">
Pengaruh humus (Bahan Organik) terhadap sifat2 tanah:
1.    Pengaruh secara fisik:
a.    warna tanah menjadi lebih kelam. Coklat-hitam: menaikkan suhu.
b.    Meningkatkan agregasi (granulasi tanah) dan urobilitas agragat, aerasi (penghawaan) lebih baik, draenasi perembihan, pelulusan) lebih baik, lebih tahan terhadap erosi
c.    Mengurangi plastisitas pada tanah lempung (liat-clay), tanah lebih mudah diolah (lebih gembur)
d.   Menaikkan kemampuan mengikat/menyimpan air
2.    Pengaruh secara kimia:
a.    Menaikkan KPK. (humus mempunyai KPK>200 me/100 gr.
b.    Merupakan salah satu sumber unsur hara (penting dalam daur/siklus unsur hara)
c.    Merupakan cadangan unsur hara utama N,P, S dalam bentuk organic dan unsure hara mikro (Fe, Cu, Mn, Zn, B, Mo, Ca) dalam bentuk khelat (chelate) dan akan dilepaskan secara perlahan-lahan.
d.   Meningkatkan aktivitas, jumlah dan populasi mikro dan makro organisme tanah (Bahan Organik merupakan sumber energi/makanan) (bakteri, fungi, actinomycetes, cacing, serangga dll)

Follow by Email