Home AD

Saturday, February 16, 2013

Menentukan Jenis Pupuk


1. Bagaimana cara kita menentukan dosis pupuk berdasarkan data analisis?
          Deretan data hasil analisa tanah itu menunjukkan kondisi tanah yang Anda miliki; antara lain berbagai unsur hara yang terkandung di dalamnya. Dari data tersebut akan terlihat unsur hara apa yang paling banyak atau paling sedikit terdapat dalam tanah.
          Banyak atau sedikitnya unsur-unsur dalam tanah memang bisa dilihat pada lembaran hasil analisa tanah. Namun cukup tidaknya unsur itu untuk pertumbuhan suatu tanaman perlu dicek dengan daftar penilaian angka-angka hasil analisa tanah yang dikeluarkan oleh lembaga yang menganalisa tanah. Puslittan misalanya, mengeluarkan daftar seperti yang tertera pada Tabel. Dengan cara itu mereka yang memeriksakan tanahnya di sana bisa mengetahui sampai seberapa jauh kandungan unsur-unsur hara dalam tanah yang dimilikinya; apakah termasuk kategori sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, atau sangat tinggi.

Menentukan dosis pupuk Organik

          Bila hasil analisa tanah menunjukkan kandungan unsur C hanya 1.00%,  tentu—berdasarkan penilaian angka-angka hasil analisa tanah Puslittan—termasuk kategori rendah. Padahal untuk tanah yang baik dibutuhkan unsur C kategori tinggi. Lalu, seberapa banyakkah unsur itu harus ditambah?
          Dari hasil pembicaraan dengan Ir. Aman Barus, M.Sc. (Kepala Sub Kelompok Peneliti Pengendalian Erosi, Puslittan) diperoleh keterangan bahwa kekurangan unsur  C dalam tanah sebaiknya ditanggulangi dengan bahan organik. Perhitungan berapa banyak yang harus ditambahkan pada tanah itu adalah sebagai berikut. Kekurangan unsur C sebanyak 2% (3%-1%) berarti kekurangan unsur C sebesar (2 x 2.000.000) : 10.000 = 400 kg (keterangan : 2.000.000 kg merupakan berat tanah 1 ha dengan kedalaman 20 cm dan berat jenis = 1). Bila jumlah itu dikonversikan ke bahan organik dengan kandungan unsur C sebanyak 2%, maka jumlah bahan organik   yang dibutuhkan adalah 100/2 x 400 = 20.000 kg atau 20 ton (dalam 1 ha).
          Bagaimana bila kandungan unsur N nya rendah? Taruhlah hasil analisa tanah menunjukkan kandungannya hanya 0,1%. Untuk meningkatkannya menjadi 0,5% perhitungannya tidak jauh berbeda dengan perhitungan di atas. Kekurangan unsur N sebanyak 0,4% setara dengan (0,4 x 2.000.000) : 10.000 = 80 kg. Unsur N sebanyak itu bisa dipenuhi oleh Urea dengan kandungan unsur N 46% sebanyak 100/46 x 80 = 173,9 kg (untuk luasan 1 ha).
Untuk unsur P masih dipertimbangkan  menurut Barus—sebaiknya dilihat angka yang tertera di kolom P2O5 Bray 1. Uji Bray 1 ini menunjukkan jumlah unsur  P yang tersedia di tanah. Bila angka yang tercantum di kolom tersebut adalah 5 ppm berarti termasuk kategori sedang. Katakanlah Anda ingin meningkatkannya hingga mencapai kategori tinggi, perhitungannya agak berbeda. Kekurangan unsur P sebanyak 6 ppm (11ppm-5ppm) setara dengan (0,000006 : 0,1) x 2.000.000 = 120 kg. Jumlah P sebanyak itu bila hendak dikonversikan ke dalam bentuk pupuk TSP (kandungan P 46%) akan membutuhkan 100/46 x 120 = 260 kg (dalam 1 ha).
Bagaimana bila tanah yang kandungan unsur C, N, atau P-nya rendah itu hendak dipakai sebagai media tanaman dalam pot? Tidak sulit untuk menghitung jumlah pupuk yang harus ditambahkan. Perhitungannya sama dengan yang diatas, hanya jumlahnya dikonversikan lagi sesuai dengan berat tanah dalam pot. (Bonita Ariyanti).

Follow by Email