Home AD

Monday, February 18, 2013

Efisiensi Unsur Hara


Perbedaan level kritis unsur hara karena genotif tanaman berhubungan dengan perbedaan pengunaan unsur hara tersebut oleh tanaman dalam arti fisiologis efisiensi unsur hara dapat diekspresikan sebagai unit bahan kering yang dihasilkan per unit unsur hara dalam berat kering (misalnya mg P / Kg berat kering). Sebaga contoh perbedaan efisiensi N pada tanaman C3 dan C4 ditunjukkan pada Tabel dibawah ini.
Tabel.  Hubungan Produksi Berat Kering dan Kandungan N pada Rumput C3 dan C4


Suplai Nitrogen            Berat kering                            Kandungan Nitrogen
(ekuivalen kg/ha)             (g/pot)                                      (% berat kering)
                                    C3               C4                              C3                C4
            0                       11               22                             1,82               0,91
           67                      20               35                             2,63               1,18
          134                     27               35                             2,77               1,61
          269                     35               48                             2,78               2,00
 
 






Nampak dari Tabel itu bahwa bahan kering yang dihasilkan oleh rumput C4 lebih banyak dibandingkan dengan rumput C3, hal ini merupakan fenomena umum. Tingginya efisiensi N pada tanaman C4 berkaitan mungkin dengan rendahnya penyimpanan N dalam protein enzim yang digunakan pada kloroplas untuk fiksasi CO2.
         Pada tanaman C4 hanya sekitar 10% protein dapat larut ditemukan dalam ribulosebiposfat karboksilase, dibandingkan dengan sekitar 50% pada spesies C3 (Brown, 1978). Untuk fiksasi CO2 melalui lintasan PEP karboksilase pada spesies C4 hanya sedikit protein enzim yang diperlukan. Perbedaan kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda ditemukan pada kultivar, strain, dan galur dari suatu spesies.
          Efisiensi Hara yg tinggi lebih banyak berkaitan dg pertumbuhan dan aktivitas akar dan jg berkaitan dg transport dr akar ke pupus
Pada prinsipnya, effisiensi unsur hara yang tinggi yang ditampilkan oleh level kritis kahat lebih rendah pada satu genotipe dibandingkan dengan genotipe lainnya dalam satu spesies dan dapat didasarkan atas beberapa mekanisme Sbb:
1.   Tingkat Retranslokasi yg lebih tinggi selama pertumbuhan vegetatif dan reproduktif (contoh Zn pada Jagung)
2. Aktivitas Nitrat reduktase yg lebih tinggi dalam daun sehingga penggunaan N untuk penyimpanan protein lebih effisien misalnya dalam biji gandum (Dalling, et,al, 1975) dan umbi kentang (Kapoor dan Lee, 1982)
3.  Proporsi penggantian K oleh Na lebih tinggi sehingga level kritis kahat K lebih rendah misalnya pada tomat.
4.  Proporsi unsur hara yang tidak atau sangat sedikit dibutuhkan untuk proses metabolisme lebih rendah.
5.   Perbedaan rasio pertumbuhan vegetatif pupus (source) terhadap pertumbuhan organ reproduktif atau penyimpanan (sink).
            Analisis kimia tanah menunjukkan potensi ketersediaan unsur hara dimana akar dapat menyerapnya pada kondisi yang menguntungkan untuk pertumbuhan dan aktivitas akar. Analsis tanaman dalam arti sempit menunjukkan status unsur hara tanaman secara aktual. Dengan demikian pada prinsipnya kombinasi kedua metode ini akan lebih baik dalam membuat rekomendasi pemupukan daripada hanya salah satu metode. Analisis tanaman penting sekali dalam membuat rekomendasi dengan cara DRIS (Diagnosis and Recommendation Integrated System) dari Beaufils. Rekomendasi ini didasarkan atas data sebanyak-banyaknya yang mungkin dapat dikumpulkan dari suatu sifat tanah dan komposisi tanaman. Untuk menunjang pembuatan rekomendasi ini diperlukan pula pengembangan model program komputer untuk prediksi kebutuhan pupuk yang dapat memenuhi level relatif cukup pada tanaman.

Follow by Email