Home AD

Wednesday, March 21, 2012

KHOTBAH : AMAR MA’RUF NAHYI MUNKAR SEORANG POLISI


َالْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَمَرَناَ أنْ نَدْعُوَ إِلَىالْخَيْرِ وَنَجْتَنِبَ عَنِ الشَّرِّ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ , وَأشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيْدِنَا مُحّمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تبَِعَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
        اَمَّا بَعْدُفَاؤُصَيْنِى نَفْسِى وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى الله, اِتَّقُوْاللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ َتمُوْتُوْنَ ِالاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى اْلقُرْآن ِاْلكَرِيْم اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم  وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةً يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاُولـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Ma'asyirol muslimin yang berbahagia.

Mengawali Khutbah kali ini sudah sewajarnya kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt, Tuhan yang Maha Besar, yang senantiasa melimpahkan taufiq dan Hidayah-Nya, sehingga kita mampu melaksanakan shalat Jum'at yang Insya Allah sebentar lagi akan kita laksanakan. Dan dengan sendirinya mudah-mudahan kita semakin memantapkan hati dan niat dalam setiap langkah ,  dan setiap tarikan nafas kita, untuk bertaqwa dan berikhtiar menyempurnakan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

ِإتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحْـَسَنةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ – عَنْ اَبِى ذَرٍّ (رواه الطبرانى)
Artinya Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, ikutilah perbuatan
            buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu menghapusnya,
            dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik. (HR Thabrany )

Semoga shalawat dan salam senantiasa dan selalu tercurah untuk Nabi Kita Muahammad Saw, yang telah memberikan Uswatu Hasanah,contoh tauladan baik buat kita pada setiap kondisi dan keadaan.Mudah-mudahan kita termasuk orang yang diberi kemampuan untuk mengikuti sepak terjang perjuangan Rasulallah Saw,  sehingga bertambah waktu, tambah pula

peningkatan qualitas iman kita, tambah pula amal sholeh kita dan tambah pula pengabdian kita untuk bangsa dan negara.

Hadirin Jama'ah jumat Rohimakumullah.

Dalam kaitan peningkatan Taqwa kita kepada Allah SWT, mari kita perhatikan sebuah Sabda Rasul ketika ditanya oleh seorang Shahabat tentang manusia yang paling baik menurut Rasulallah. Beliau bersabda :

آمُرَهُمْ باِلْمَعْرُوفِ وَأنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاَتْقَاهُمْ للهِ وَأًَوْصَلَهُمْ لِلَّرحْمِ
Yaitu :
  1. Yang paling rajin mengajak kepada kebaikan.
  2. Yang paling giat mencegah kemunkaran
  3. Yang paling taqwa kepada Allah SWT
  4. Dan yang paling komunikatif menjalin silaturrahmi.

Itulah keriteria manusia yang paling baik menurut Rasulallah SAW.
Empat prilaku yang tercantum dalam hadis Nabi itu, merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan  bagi setiap individu muslim dan itu harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya. Seorang Polisi yang muslim wajib memiliki empat criteria tersebut, bila ingin menjadi polisi terbaik di lingkungannya.
Dia harus mau mengajak kepada hal-hal yang baik kepada sesama muslim ataupun kepada bukan muslim. Begitu juga kemunkaran wajib dicegah olehnya. Dan itu bisa dilakukan dengan jalur taqwa kepada Allah Swt dan melalui jalinan komuniaksi dengan sesama manusia.
Karena itulah dalam sabdanya yang lain dikatakan :

       مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَالْيُغَيَّرْ هُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسَْطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ. رواه مسلم
Barangsiapa diantara kamu melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangan,  jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu,maka dengan hatinya, dan yang demikian merupakan selemah-lemahnya iman. HR Muslim

Begitu pentingnya upaya mengajak kebaikan dan mengikis kemunkaran harus dilaksanakan. Sehingga seakan-akan tiga langkah tersebut merupakan batas iman seseorang. Artinya, tinggi rendahnya iman seseorang itu tergantung seberapa jauh dia mampu mencegah kemunkaran. Apakah dia mampu menggunakan tangannya, atau dengan bahasa lain- dengan kekuasaannya  untuk memberantas kemunkaran. Atau kalau tidak, mampukah dia mengentaskan kemunkaran dengan pengetahuannya, dengan dakwahnya. Atau setidaknya, bisakah dia menghindarkan diri dari kemunkaran melalui munajatnya kepada Allah.
Bahkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzy, Rasulallah lebih tandas lagi memerintahkan umatnya untuk menegakkan ma’ruf dan mencegah kemunkaran dengan Sabda beliau :

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتَأْمُرَنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكُنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ عِنْدِهِ, ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ.
Demi zat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, hendaklah kamu menyuruh kepada kema’rufan dan mencegah dari kemunkaran, atau Allah menyegerakan pengiriman siksa dari sisi-Nya, kemudian kamu berdoa kepada-Nya, lalu dia tidak memperkenankan doamu.
  
Hadirin Rohimakumullah
Kewajiban menyampaikan dakwah  amar ma’ruf nahy munkar  tidak hanya oleh Kiayi, Ustadz atau mubaligh saja. Tapi wajib juga  disampaikan oleh kelompok orang tertentu; seperti : Polisi umpamanya,  yang mengerti kandungan hukum, memahami hukum agama dan norma akhlakul karimah. Karena itulah Allah berfirman :

فَلََوْلاَ نَفَرَمِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

Artinya : Maka hedaklah ada diantara kamu sekelompok orang yang mempelajari agama, agar  mereka dapat memperingati kaumnya ketika mereka kembali, mudah-mudahan mereka  takut.( QS 9 : 122 )

Itulah sebabnya di setiap kelompok kehidupan diperlukan adanya insan-insan penganjur kebaikan pencegah kemunkaran. Mau mengajak kepada hal-hal kebaikan dan mampu mencegah terjadinya kemunkaran.
Untuk terlaksananya tugas mulia ini maka diperlukan beberapa persyaratan. Antara lain :

Pertama : Mengerti ilmu Al-Qur’an dan al-Hadist, Menguasai Sejarah Nabi SAW  dan Kisah Khulafaurrosidin
Kedua : Mengetahui kondisi keadaan orang yang menerima anjuran , mengetahui kebiasaannya, kadar pengetahuannya, dan kondisi-kondisi lainnya.Khootibinnasa ala qadri uqulihim. Ajaklah mereka untuk berbicara sesuai dengan tingkat pemikiran mereka.
Ketiga   : Mampu menyampaikan anjurannya dengan bahasa yang dimengerti oleh ummat.
Keempat: Memiliki pengetahuan tentang perbandingan agama, tentang faham-faham yang ada di masyarakat.

Hadirin yang berbahagia.
Akhirnya hanya kepada Allahlah tumpuan dan harapan kita, dialah yang akan melimpahkan Rahmat Karunia kepada kita sekalian.Semoga Allah menjadikan kita menjadi mausia yang paripurna dan dapat melaksanakan semua tugas kewajibannya. Melakukan ‘amar ma’ruf nahyi munkar  di lingkungan tempat kita berpijak. Amien.

بَارَكَ اللهُ لىِ وَلَكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إَنَّـهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Follow by Email